Satu Dari Lima Pekerja Inggris Takut Kehilangan Pekerjaan

Publikasi : 17-01-2011

Satu dari lima pekerja Inggris takut akan kehilangan pekerjaan mereka, ujar sebuah survei.

Di sektor publik, angka itu meningkat menjadi hampir satu dari tiga pekerja, ujar Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD).

Organisasi itu menyerukan para manajer agar memperlihatkan kepemimpinan berkualitas tinggi untuk meningkatkan moral dan keterlibatan di tempat kerja.

Separuh lebih dari mereka yang disurvei juga mengklaim bahwa atasan mereka telah membekukan atau memotong gaji mereka.

CIPD mengatakan survei kuartalan itu menggambarkan sampai sejauh mana para karyawan khawatir tentang standar kehidupan mereka saat inflasi terus mengikis nilai sejati dari pendapatan.

Hampir sepertiga dari 2.000 pekerja yang disurvei mengatakan bahwa standar hidup mereka memburuk dalam enam bulan terakhir. Ini dibandingkan dengan hanya 10% yang mengatakan telah meningkat.

"Jika organisasi tidak berinvestasi dalam mengembangkan manajer berkinerja tinggi, mereka akan menemukan pesaing dengan pengelolaan lebih baik mendahului mereka dalam perlombaan menuju pemulihan," ujar Ben Wilmott dari CIPD.

"Atasan perlu menemukan cara efektif membekali manajer mereka dengan kemampuan manajemen manusia untuk menyokong keterlibatan dan kesejahteraan karyawan."

Tahun lalu, penelitian dari CIPD memprediksikan akan ada 1.625 juta pekerjaan yang hilang dari sektor swasta maupun publik dalam lima tahun ke depan.

Angka itu menimbulkan ketakuan di antara ribuan pekerja yang lolos dari pemecatan selama resesi, bahwa mereka tidak akan selamat untuk kedua kalinya.

Sektor swasta akan terkena pukulan lebih keras daripada sektor publik, ujar CIPD.

Dr. John Philpott, kepala penasihat ekonomi CIPD, mengatakan kesalahannya terletak pada dampak langsung dan tak langsung dari langkah penghematan, serta kenaikan VAT hingga 20% di bulan Januari 2010.

Dia mengatakan bahwa sektor swasta bisa menciptakan 300.000 lapangan kerja baru setiap tahun pada tahun 2015-2016, tapi dia memperingatkan bahwa itu bisa menjadi permintaan yang berlebihan.

Pekerjaan baru adalah perbedaan antara jumlah pekerjaan yang hilang di tahun tertentu dan jumlah pekerjaan yang diciptakan dalam periode 12 bulan yang sama.

"Pertanyaan ‘Dari manakah pekerjaan baru itu akan berasal?’ pasti akan dilontarkan beberapa waktu lagi," ujar Dr. Philpott.

Tapi di tengah lesunya bursa kerja, industri manufaktur Inggris telah kembali hidup, meningkatkan harapan bahwa negara itu akan menghindari resesi ganda.

Lonjakan ekspor membantu produsen meningkatkan output untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan di bulan Oktober, menurut survei otoritatif industri Inggris.

Sumber: www.suaramedia.com

Kirim ke: